Selasa, 26 Juli 2011

Pengakuan

Ada seorang pria yang sedang sakit parah. Merasa umurnya tak lama lagi, ia pun memanggil pengacaranya yang sekaligus sahabat karibnya untuk mendengarkan pengakuannya.
"Kau ingat," kata pria itu pada pengacaranya. "Polisi pernah memeriksamu atas kasus pencurian uang dan cek yang kau lakukan. Cuma karena keajaiban saja sehinggal kau tidak ditangkap. Sebenarnya akulah yang melaporkanmu ke pihak berwajib, karena aku tidak suka dan tidak setuju dengan tingkah lakumu setelah kau menjadi pengacara. Kupikir dengan caraku itu kau akan sadar."

"Tidak usah khawatir," jawab sahabatnya. "Tenang sajalah. Kau kan sedang sakit."

"Kau ingat tidak," lanjut si pria sekarat itu. "Kau pernah menyogok hakim tapi ketahuan, dan kau diperiksa oleh kejaksaan sampai bertahun-tahun. Jaksanya juga kau sogok, jadi kau lepas dari jerat hukum. Itu, aku juga yang melapor. Lalu, waktu istrimu tahu kau selingkuh dengan wanita lain, sampai akhirnya ia menceraikanmu? Itu juga aku yang memberitahu dia."

Si pengacara sambil menarik napas panjang menjawab, "Yah, yang sudah lewat biarkan lewat."
"Nah, karena sekarang aku telah memberikan pengakuan dan mengeluarkan isi hatiku, kuharap aku bisa mati dengan tenang karena kau telah memaafkanku."

"Memaafkanmu?" tanya pengacara dengan sengit. "Kau pikir siapa yang meracunimu?"

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar