Rabu, 26 Oktober 2011

Gara-gara Semen

Seorang pendeta memelihara seekor burung beo yang pintar di rumahnya. Burung beo ini mahir menirukan suara sang pendeta. Suatu saat gereja bermaksud mengadakan renovasi. Pendeta pun menelepon toko material untuk memesan semen, tetapi meminta agar semen tidak perlu diantar dulu karena masih menunggu anggaran turun.

Sore hari Pendeta kaget melihat tumpukan semen di halaman gereja.
"Ini pasti ulahmu," katanya pada si burung beo.
"Bukan aku, bukan aku," jawab beo. Pendeta pun menelepon toko untuk mengambil kembali semennya.

Keesokan harinya kejadian yang sama terulang. Pendeta kembali menginterogasi burung beo. "Bukan aku, bukan aku," si burung tetap tidak mengaku.
"Satu kali lagi kau melakukan ini, tidak ada ampun. Akan kusalib kau hidup-hidup," ancam Pendeta.

Ternyata hari berikutnya hal yang sama terjadi lagi. Pendeta jengkel bukan kepalang. Si beo pun disalib dan digantung di dinding rumah. Beo menangis karena menyesal. Lalu ia menoleh ke samping dan melihat patung Yesus di kayu salib.

"Ssst...!" bisik beo. "Kamu mesen semen juga ya?" 

Pemburu Bodoh

Robby dan Joni pergi berburu. Tiba-tiba Robby jatuh dan tak bergerak lagi. Dengan panik, Joni menelepon dokter kenalannya.
"Teman saya tiba-tiba jatuh dan mati! Apa yang harus saya lakukan?!"
"Jangan panik," kata dokter. "Pertama-tama Anda harus memastikan bahwa teman Anda itu memang  meninggal."
"Baiklah," kata Joni.
Tak lama kemudian dokter mendengar suara letusan, lalu Joni kembali berbicara di telepon. "Sudah, Dok. Selanjutnya apa?"

Selasa, 25 Oktober 2011

Nasi Goreng

Seorang bule, sebut saja namanya Cliff, pindah kerja ke Indonesia. Ia sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Supaya bisa makan di warung atau restoran, ia pun berguru pada temannya yang asli orang Indonesia. Hanya dua kata yang dipelajarinya, yakni "nasi goreng".

Cliff pun makan di restoran, dan sukses memesan nasi goreng. Namun di hari ketiga ia mulai bosan makan nasi goreng. Oleh temannya ia diajari untuk mengucapkan "soto".

"Pesan apa,Tuan?" tanya pemilik warung.
"Soto," jawab Cliff dengan fasih.
"Ayam atau daging, Tuan?"
Dengan putus asa Cliff menatap pemilik warung dan menjawab, "Nasi goreng."

Ayam yang Malang

Siti baru selesai mencabuti bulu ayam. Ia pun merendam ayamnya dalam panci. Tiba-tiba HP nya berdering, sehingga Siti pun lupa menyalakan kompor dan asyik mengobrol.

Setengah jam berlalu, Siti kaget mendengar suara-suara aneh dari dalam dapur. Ia pun bergegas menengok.Ternyata ayam yang sedang direndam telah meloncat keluar dari panci dan berkata kepadanya dengan marah.

"Mbak, segera ambil keputusan. Kembalikan bulu-buluku atau nyalakan kompornya sekarang! Aku hampir mati kedinginan!"

Surat Pribadi

Seorang perawat di rumah sakit jiwa melihat salah seorang pasien sedang sibuk menulis. Ia pun bertanya, "Apa yang kau lakukan?"
"Aku lagi menulis surat," jawab si pasien.
"Buat siapa?"
"Surat ini untuk diriku sendiri," kata pasien acuh tak acuh.
Tersenyum, perawat bertanya lagi. "Lalu apa yang kau tulis dalam suratmu itu?"
Dengan wajah tak senang si pasien menjawab, "Mana aku tahu? Kan suratnya baru kuterima besok!"